A World from my eyes

Purbaningsih D Sashanti

0 notes

Pribumi dan Penjajah: mengamankan teritori

Hak Milik Semu

Pribumi. Sebagai orang yang cenderung di balik layar, dan seorang wanita, aku punya cara sendiri untuk mendapatkan hal yang diinginkan tanpa terlihat susah payah atau rusuh.

salah satunya adalah saat harus mengamankan teritori. cara mengamankan teritori oleh pria dan wanita berbeda. wanita tentu saja nggak bisa gontok-gontokkan dan musti menjaga hijab, kalem, stay cool meskipun amarah mulai terpancing.

singkat cerita, teritori yang dimaksud disini adalah ‘seseorang yang dipertemukan oleh Allah SWT dan sedang dalam perjalanan bertemu orangtuaku’ . Teritori ini bukan hal yang sulit ditangani, dia periang, bersemangat, rajin, dan teguh pendirian. Masalahnya, ada pada calon penjajah, yang sudah terlihat gerak-geriknya tidak bermaksud berdamai dan ingin mencoba teritori ini.

dikatakan tidak mau berdamai karena belum apa-apa dia sudah mengatai pribumi sebagai mengerikan dan menakutkan. Jadi, Pribumi pun memutuskan untuk waspada terhadap penjajah dan memantau gerak-gerik yang masuk dalam radarnya.

Sayangnya, seperti penjajah lain yang pernah ada di bumi ini, penjajah yang satu ini pun selalu terdiri dari 2 hal; berwajah manis dan mencoba mencari celah dari manapun yang dia bisa.

dan itulah mengapa gertakan tanda kepemilikan terjadi. pribumi mendeklarasikan hubungannya dengan teritori lewat foto yang menyatakan akuisisi dan rencana jangka panjang. kabar terakhir dari penjajah, dia lesu tak bersemangat.

oke, ini cara yang aneh untuk mengatakan bahwa aku menguplot foto demi tujuan politik=__=

sayang, seperti pribumi yang sesungguhnya, aku tidak berani berbicara langsung. aku tidak berani menghadapinya karena aku takut bersikap emosional, kelewatan dan malah jadi kejam. di pihak lain, aku risih melihat usahanya yang berlebihan. dan aku merasa tidak dihargai.

tapi teritori adalah salah satu mimpi baruku, dia membuatku ingin menjadi orang yang lebih baik di setiap paginya, dia membuatku berani mempertahankan pendapat dan keinginan dan menyuarakan kebutuhanku. dan anehnya, walaupun tidak semestinya kami pacaran, dia membuatku ingat aku harus bekerja lebih keras supaya pantas dinikahi.

karena menikah bukan menunggu mapan. tapi sebelum menikah, harus yakin udah siap dong.

jadi aku mengumpulkan keberanianku, dan mempublish benda itu. kenangan itu:-) satu kosong untuk pribumi.

aku jadi belajar, dalam hubungan setia itu harus diperjuangkan, bukan hanya dari 2 orang yang terlibat, tapi juga pengamanan dari gangguan eksternal. menjauhkan diri dari yang aneh-aneh.

tak disangka, foto tersebut malah menuai doa-doa dari kawan2 supaya pribumi dan teritori bisa segera melanjutkan ke jenjang berikutnya dan menjadi keluarga yang SAMARA. aaamiin. aaamiiin. sungguh penyemangat dari teman2 membuat kami makin mantap menyelesaikan urusan dunia dan segera mencari berkah dari Allah SWT untuk dipersatukan dalam mahligai suci. dan semoga doa-doa mereka berkah bagi mereka sendiri.

walaupun lemah dan tidak bersenjata mahir. pribumi mampu mempertahankan ‘calon’ teritori, yang diharapkan bisa jadi teritori sesungguhnya, in sya Allah. semoga calon penjajah-penjajah lain segera diketemukan dengan teritorinya masing-masing dan menjadi keluarga yang SAMARA. aaamiiin

~~~~~~

164 notes

Perfectionism is not the key to success. In fact, research shows that perfectionism is correlated with depression, anxiety, addiction, and life paralysis or missed opportunities. The fear of failing of making mistakes, not meeting people’s expectations, and being criticized keeps us outside of the arena where healthy competition and striving unfolds.
Brene Brown, written in her new book Daring Greatly (via jonathanmoore)

(Source: 99u.com, via jonathanmoore)

169 notes

MASGUN: Tulisan : Dunia Paradoks

kurniawangunadi:

Dunia dimata manusia itu terbalik-balik, membingungkan bagi yang tak punya pegangan.

Di hadapan-hadapanmu kamu temukan anak kiyai pacaran lebih getol daripada anak preman. Pacaran tampak islami padahal sama-sama aja haram. Pasang foto sana-sini. Setan ketawa ketiwi, untung malaikat tak pakai…